Awal Kebangkitan Manchester United

Awal Kebangkitan Manchester United

Awal Kebangkitan Manchester United

Awal Kebangkitan Manchester United – Kemenangan Manchester United 3-0 pada laga terakhirnya menuai banyak pujian, baik itu dari sang manajer, para fans dan juga para pengamat sepak bola. Walaupun sempat mengalami fase yang sangat buruk hanya dengan memenangi tiga laga dari sepuluh laga terakhirnya, Mancheste United kini sedikit demi sedikit mulai menunjukan kelasnya kembali. Hal ini pun menjadi kabar baik bagi sang manajer yang dikabarkan akan segera dipecat dari tim Setan Merah. Louis Van Gaal diketahui sangat senang dan bangga dengan peforma para pemainnya pada malam itu. Dengan kemenangan ini, Van Gaal merasa mendapatkan suntikan moral dari para pemain untuk tetap maksimal dalam memimpin Manchester United di sisa laga Liga Inggris. Alhasil, dengan kondisi tim yang tidak sebaik musim lalu, Van Gaal masih bisa membuat tim ini bertengger di urutan kelima yang hanya tertinggal lima poin dari Arsenal yang menghuni posisi empat. Dengan hasil yang seperti ini, bukan tidak mungkin Manchester United sudah mulai kembali ke trek perebutan juara Liga Inggris 2015 / 2016 bersama Arsenal, Tottenham, Manchester City dan juga Leicester City.

Van Gaal mengakui bahwa salah satu kunci dari keberhasilan Manchester United bisa bertahan walaupun dengan peforma yang tidak maksimal adalah karena adanya David De Gea sebagai pemain terakhir di gawang. Digadang-gadang sebagai penerus Iker Casillas di tim nasional Spanyol, De Gea semakin sini semakin menunjukan kualitasnya sebagai salah satu kiper terbaik pada tahun ini. Dengan banyaknya pemain yang cedera pada lini belakang Manchester United, David De Gea kerap menjadi tumpuan terakhir tim dikala harus bertahan dari serangan lawan. Van Gaal mengakui bahwa penampilan De Gea adalah kunci dari semua hal positif yang dimiliki kubu Manchester United. Sempat dikabarkan akan segera pindah ke tim penuh bintang, Real Madrid, De Gea masih saja menunjukan konsistensi dalam bermain walaupun sedang dalam incaran para tim besar. De Gea sendiri sudah mulai menjadi pilihan utama di tim Manchester United semenjak kepergian Van Der Sar pada era Sir Alex Fergusson. Dengan semakin membaiknya permainan De Gea, bukan tidak mungkin Manchester United akan sanagat siap dikala harus menjamu Chelsea pada laga berikutnya di laga lanjutan Liga Inggris 2015 / 2016.

Selain De Gea, pemain lainnya yang harus mendapat sorotan pada kemenangan Manchester United semalam adalah duet Martial dan juga Wayne Rooney. Terlebih Wayne Rooney, pemain ini sempat mengalami masa yang sangat buruk pada awal liga sampai pertengahan liga. Rooney baru bisa memasukan bola ke gawang lawan pada sekitar awal tahun 2016. Sebagai seorang pemain depan, terlebih lagi penyerang andalan dari tim nasional Inggris, penampilan seperti itu sebenarnya adalah sebuah yang memalukan. Akan tetapi, terhitung setelah pertama kali ia mulai mencetakan gol pada musim ini, Rooney semakin konsisten dalam mebuat peluang dan membawa timnya memenangkan sebuah pertandingan. Berpangkat sebagai kapten, Rooney sendiri kin sudah tidak terlalu memiliki ego untuk menciptakan gol sebanyak mungkin, bahkan Rooney kerap turun ke posisi belakang hanya untuk menjemput bola dan juga kerap menjadi playmaker dalam serangan-serangan Manchester United.

Selain Wayne Rooney, pada laga terakhirnya, penampilan Martial pun patut diacungi jempol. Dengan menorehkan satu gold an satu assist, Martial berhasil menjadi pemain terbaik pada laga tersebut. Martial sendiri adalah pemain muda dari Perancis yang berhasil didatangkan oleh Van Gaal pada awal musim. Sempat bermain sebagai striker tunggal Manchester United, Martial sudah berhasil memukau para fans United dengan keberhasilannya dalam mencetakan gol ke gawang lawannya. Namun entah apa yang terjadi, perubahan posisi dilakukan oleh Van Gaal dengan menukar posisi Martial dengan Rooney. Perubahan ini memang terasa sedikit rancu dimana Martial yang berpotensi sebagai penyerang tunggal malah disimpan sebagai pemain sayap, dan Rooney dengan segala fleksibilatsnya yang cocok disimpan sebagai second striker  atau gelandang serang, malah disimpan sebagai penyerang tunggal. Tetapi semua keraguan itu mulai terbantahkan seiring dengan membaiknya penampilan dari Manchester United. Apa yang tertulis diatas merupakan cerita dari piala eropa 2016 tahun ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *